Koma merupakan salah satu tanda baca yang lazim digunakan. Biasanya dipakai untuk memisahkan dua kalimat yang masih berhubungan. Entah itu kalimat majemuk setara, anak kalimat dari induk kalimat ataupun ungkapan penghubung dari kalimat.

Dari sudut pembaca, tanda koma dapat berarti kesempatan untuk mengambil napas. Ibarat pendaki gunung, Tanda koma dapat seperti pos-pos istirahat disepanjang jalan pendakian. Kita dapat berhenti sejenak untuk melepas lelah dan mengumpulkan tenaga untuk mencapai puncak gunung. Sulit untuk dibayangkan seandainya kita naik gunung tanpa ada pos-pos peristirahatan.

Saat ada tanda koma, pembaca ataupun pendengar akan paham bahwa cerita masih akan berlanjut. Hanya jeda waktu barang sejenak untuk mengambil nafas dan barangkali digunakan untuk lebih mencerna kisah yang sedang dibacakan.

Dalam kehidupan sendiri, Tuhan juga telah menciptakan tanda koma dalam bentuk malam. Iya, malam. Malam adalah waktu untuk manusia melepas penat serta mengumpulkan tenaga untuk kembali melaksanakan kewajiban di esok hari.

Manusiapun membuat tanda koma dalam rutinitasnya. Biasanya berupa jum’at, sabtu, minggu, salah duanya atau bahkan salah tiganya atau sekedar jarak antara perintah dengan deadline. )*boeb.